Dengarkan aku

Rabu, 18 September 2013 | komentar

..Dengarkan aku,sebelum aku benci
dan meninggalkan kalian..
..Tak banyak yang aku
minta,tanyakanlah bagaimana
kabarku,sebagaimana tulusnya aku
ingin mengetahui kabarmu setiap
waktu.......
...Tak banyak yang aku
khawatirkan,yaitu ketika kau
menanyakan bagaimana
keadaanku,tapi disaat itu juga
posisimu sedang terdesak lalu
membutuhkan bantuanku,itu
mengkhawatirkan sekaligus
menyakitkanku,jika sebelumnya saja
kau tak pernah mau tau keadaanku...
...Tak banyak yang aku takuti,kecuali
saat aku tau bahwa sahabat serta
orang-orang dekatku selama ini
banyak yang berpura-pura,hanya
membutuhkanku disaat ada mau.Aku
jauh lebih takut itu daripada
dihadapkan dengan seribu kerusuhan
yang pernah mengancam jiwaku...
...Dunia ini tak pernah adil,,semua
nyanyian,syair,dan petuah yang
pernah ada itu hanya kebanyakan
dari imaji yang tak pernah
kesampaian,para pujangga hanya
memanfaatkan itu untuk
menundukkan jiwa berhati
baja.seperti kau memanfaatkanku...
...Jalan beraspal memang mulus dan
nyaman dilewati,tapi jika mukamu
beraspal itu tidak akan pernah
dibilang mulus oleh manusia
manapun,,tolong bukalah nuranimu,,
dimanakah perasaanmu?

pedalaman tanah maluku,18
september 2013

Kebangkitan Nasional 1908-2013

Senin, 20 Mei 2013 | komentar (2)

ラフレシアジ ャワ : Pada hari kebangkitan nasional ini,banyak fakta mengenai Keadilan.Dari dahulu saya mendengarnya lewat telinga,membacanya melalui tulisan,dan mengetahui artinya sejak diberitahu oleh guru SD.Pada kenyataannya berlaku adil itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.Banyak saudara kita yang masih belum merasakan keadilan seutuhnya,bahkan kita sendiripun mungkin belum! di negara kita tercinta ini hukum yang dianggap mampu menegakkan keadilan nyatanya hanya omong kosong,permainan belaka.siapa yang mampu menyewa pengacara dialah yang menang,sekalipun dia bersalah.Untuk apa ilmu tinggi,hafal materi kalau untuk mengibuli?pendidikan yang tinggi hanya untuk memperkaya diri,bahkan menindas yang lemahpun harus dijalani.hukum rimba sebenarnya masih berlaku sampai saat ini.Siapa pahlawan sekarang ini? premanisme dimana-mana,seragam kotor bertebaran,koruptor merajalela,semua membuat sedih jika direnungkan.Saya disini bukanlah orang yang mau ikut campur,karena saya bukanlah siapa-siapa.ini hanya setitik ketikan yang saya tulis dari hati terdalam,untuk saudaraku.dizaman individualisme,zaman yang apatis,dan pura-pura buta.semoga generasi saat ini,maupun generasi mendatang bisa merubah keadaan yang seperti ini.kasihan saudara-saudara kita yang masih terbelakang.semangatlah untuk para nasionalisme,belum terlambat!!! saatnya bangkit kembali,saudara!!

disepinya pedalaman,tanah rantau
maluku,20 mei 2013 23:30 WIT

penguasa

Kamis, 14 Maret 2013 | komentar

ラフレシアジ ャワ:
Mendung yang sedikit simpatik atas kesedihan
Mengukirnya pada hitam savana langit gulita
Melihat pilu jelata,menderita bukan karena sakitnya
Tapi tertawanya penguasa yang membabi buta,siap memangsa
Babi itu buta?tidak!!
Tapi melebihi orang buta yang masih tau apa yang harus dimakan
Babi rakus memangsa apapun dihadapannya,termasuk kotorannya sendiri
Perutnya membuncit sampai tak bisa tegak berdiri
Berlari sempoyongan seperti pemabuk jalanan lupa diri
Berjuta jiwa berada dibawahnya,menunggu sisa kotoran yang tak pernah ada.. 
Bukit bintang,laut terang,itu cukup jadi hiburan
Dibalik tangan-tangan kotor tempat cacing bertelur
Melihat dan bicaralah,itu saja cukup!lalu pura-pura buta
Tak perlu memberikan apa-apa,apalagi merangkulnya,jangan!
Tubuhnya kotor,keringat hasil pukulan matahari
Nanti kalian ikut kotor,dan tertular kuman!!!
Lakukanlah nanti dilain waktu,saat media datang
Adalah waktu yang tepat untuk pura-pura peduli!!

Waktunya beramal,lemparkan kacang-kacang itu agar mereka senang
Lalu kau tertawa,dan anggap mereka seperti monyet!!
Abadikan dalam bentuk kaset,agar anak cucumu tahu kedermawananmu!
Hei penguasa!!Tunggulah hujan lokal yang tak akan pernah mampu kau melihatnya
Disana bayangan merah bertanduk telah siap mengabdi untukmu
Dalam penantian yang Abadi.......

Bawah gunung binaiya,13-03-2013
rafflesia_java

Bayangan

Minggu, 10 Maret 2013 | komentar

ラフレシアジ ャワ:
Hanya bayang terawang,
Sebuah padang kedamaian..
Di pelupuk mata setan,
Antara nafsu dan ketulusan
Tak pernah tampak perbedaan..
Hanya kiasan bak fatamorgana,
Bergerak diatas pasir putih dan laut
Dibawah terik mata api dari langit..
Walau seribu tahun lagi..
Sampai air mematahkan gunung karang,
Yang kerasnya tampak angkuh..
Meremehkan kelembutan air,
Penguasa dunia setelah kehancuran..
Di pelupuk mata malaikat,
Birahimu tak berguna....

tepi pantai rembulan redup,03.03.13.01:45 WIT
rafflesia_java

SEMU

Senin, 04 Februari 2013 | komentar

‎.

Ketika jarak terselip oleh antara
Ada duka dalam buih yang bercampur darah luka
Dan sebuah rasa datang mengusik jiwa
Sebenarnya persemayaman rasa khawatir ini untuk apa...

Bukankah tak perlu gundah ataupun gelisah
Anggaplah semua hampa karena dunia memang penuh angkara
Agar jari-jari waktu putarannya tak terlihat
Kemudian perjalanannya menjadi lebih cepat...

Beratus kali kita telah mencoba menelaah
Tapi apa yang akan terjadi esok kita tak tau
Hanya teriak pada riak-riak ombak putih bergantian menepi
Mereka menyapa tanjung yang sebenarnya tempat petaka..

Lalu terdapat persamaan guncangan pada sisi bumi berbeda
Ini bukan karena salah satu diantara kita mengutip
Tanpa rencana kita keluar ide yang sama oleh asa
Sebagai makhluk pengejar harapan,kita ini tau apa...

.

.

. amboina,moluccas,4 feb 2013
— di Kehidupan kasar dan keras
 
Copyright © 2010-2016. Rafflesia Java - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by rafflesia java
Proudly powered by Blogger