penguasa

Kamis, 14 Maret 2013 | komentar

ラフレシアジ ャワ:
Mendung yang sedikit simpatik atas kesedihan
Mengukirnya pada hitam savana langit gulita
Melihat pilu jelata,menderita bukan karena sakitnya
Tapi tertawanya penguasa yang membabi buta,siap memangsa
Babi itu buta?tidak!!
Tapi melebihi orang buta yang masih tau apa yang harus dimakan
Babi rakus memangsa apapun dihadapannya,termasuk kotorannya sendiri
Perutnya membuncit sampai tak bisa tegak berdiri
Berlari sempoyongan seperti pemabuk jalanan lupa diri
Berjuta jiwa berada dibawahnya,menunggu sisa kotoran yang tak pernah ada.. 
Bukit bintang,laut terang,itu cukup jadi hiburan
Dibalik tangan-tangan kotor tempat cacing bertelur
Melihat dan bicaralah,itu saja cukup!lalu pura-pura buta
Tak perlu memberikan apa-apa,apalagi merangkulnya,jangan!
Tubuhnya kotor,keringat hasil pukulan matahari
Nanti kalian ikut kotor,dan tertular kuman!!!
Lakukanlah nanti dilain waktu,saat media datang
Adalah waktu yang tepat untuk pura-pura peduli!!

Waktunya beramal,lemparkan kacang-kacang itu agar mereka senang
Lalu kau tertawa,dan anggap mereka seperti monyet!!
Abadikan dalam bentuk kaset,agar anak cucumu tahu kedermawananmu!
Hei penguasa!!Tunggulah hujan lokal yang tak akan pernah mampu kau melihatnya
Disana bayangan merah bertanduk telah siap mengabdi untukmu
Dalam penantian yang Abadi.......

Bawah gunung binaiya,13-03-2013
rafflesia_java
Share this article :

Posting Komentar

silahkan berkomentar sobat,anda sopan kami segan :)

 
Copyright © 2010-2016. Rafflesia Java - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by rafflesia java
Proudly powered by Blogger